Selamat Datang

Pencarian:
Potret Penduduk Lansia di Jambi
Diposting Oleh Kependudukan BKKBN Prov. Jambi | Berita Kependudukan | Kamis, 09 Maret 2017 - 12:27:01 WIB
Potret Penduduk Lansia di Jambi

Potret Penduduk Lansia di Jambi

(Risma Mulia, S.Psi., M.Si)

 

Latar Belakang

Semua rencana pembangunan perlu ditunjang dengan data jumlah penduduk, persebaran dan susunanya menurut kelompok umur penduduk yang relevan dengan rencana tersebut. Data yang diperlukan tidak hanya menyangkut keadaan pada waktu rencana itu disusun, tetapi juga informasi masa lampau dan yang lebih penting adalah informasi perkiraan pada waktu yang akan datang. Data penduduk pada waktu lalu dapat diperoleh dari hasil survei dan sensus, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan data penduduk pada saat ini dan masa yang akan datang perlu dibuat proyeksi penduduk.

Proyeksi Penduduk adalah suatu perhitungan ilmiah yang didasarkan pada asumsi dari komponen-komponen laju pertumbuhan penduduk, yaitu kelahiran, kematian dan perpindahan. Ketiga komponen inilah yang menentukan besarnya jumlah penduduk dan struktur umur penduduk di masa yang akan datang (Bappenas, BPS, dan UNFPA, 2013).

 

Jumlah Penduduk Lansia

Penduduk lansia adalah penduduk yang berumur 60 tahun ke atas di negara berkembang dan 65 tahun ke atas di negara maju. Diantara lansia yang berumur 60 tahun ke atas dikelompokkan lagi menjadi; lansia muda (young old) adalah penduduk lansia yang berumur 60-69 tahun; lansia menengah (old) adalah penduduk yang berumur 70-79 tahun; dan lansia tua (old-old) adalah penduduk yang berumur 80 tahun ke atas.

Penduduk usia lanjut di Indonesia meningkat lebih dari 3 kali lipat selama 50 tahun belakangan ini. Pada tahun 1950, penduduk usia 60 tahun ke atas berjumlah 4,9 juta jiwa meningkat menjadi 16,1 juta jiwa pada tahun 2000 dan meningkat lagi menjadi 18,0 juta jiwa pada tahun 2010. Jumlah ini diproyeksikan akan meningkat lebih dari 4 kali lipat pada tahun 2050 hingga mencapai angka 69,5 juta jiwa (Alfana dan Soekamdi, 2013).

 

Proyeksi Penduduk Lansia di Jambi

Dalam kurun waktu 2010-2035, mereka yang berusia 60 tahun ke atas terus meningkat dari 3,5 persen menjadi 9,1 persen. Susunan umur 60 tahun ke atas ini mengalami perubahan yang cukup besar. Perubahan ini mengakibatkan beban ketergantungan di Jambi turun dari 50,8 persen pada tahun 2010 menjadi 42,7 persen pada tahun 2035. Menurunnya rasio beban ketergantungan menunjukkan berkurangnya beban ekonomi bagi penduduk umur produktif (usia kerja) yang menanggung penduduk umur tidak produktif.

 

Karakteristik Penduduk Lansia di Jambi

Ada kenaikan persentase jumlah penduduk lansia (60 tahun keatas) dalam periode 2000 – 2010, dari 4,8 persen menjadi 5,5 persen. Menurut daerah tempat tinggal, penduduk lansia yang berdiam di perdesaan lebih banyak bila dibandingkan dengan penduduk lansia yang tinggal di perkotaan (5,67 persen dan 5,14 persen).

Dari hasil sensus (2010) diketahui bahwa penduduk usia lanjut (60+) dengan status kawin sebesar 4,29 persen lebih tinggi dibanding dengan status cerai mati (2,47 persen); cerai hidup (0,17 persen); dan belum kawin (0,04 persen)

 

Hasil Sensus Penduduk (2000) diketahui bahwa persentase penduduk lansia berjenis kelamin laki-laki lebih besar dibandingkan dengan jenis kelamin perempuan (52,3 persen dan 47,6 persen). Hasil SP (2010) menghasilkan persentase penduduk usia lanjut (laki-laki) lebih besar dibanding penduduk lansia perempuan, yaitu masing 49,3 persen dan 50,6 persen.


 

Proyeksi Rasio Ketergantungan Lansia 

Rasio ketergantungan adalah angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya penduduk usia nonproduktif (penduduk usia di bawah 15 tahun dan penduduk usia 65 tahun atau lebih) dengan banyaknya penduduk usia produktif (penduduk usia 15-64 tahun).


Hasil proyeksi rasio ketergantungan penduduk lansia (65 tahun +) di tahun 2010 sebesar 5,3 per 100 penduduk usia kerja, yang berarti bahwa setiap 100 penduduk usia produktif di Jambi mempunyai tanggungan sekitar 5 sampai 6 orang penduduk usia tua. Angka ini terus meningkat selama periode 2010-2035 dari 5,3 menjadi 14,2 di tahun 2035. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya harapan hidup rata-rata penduduk Jambi dari 69,9 tahun pada tahun 2010 menjadi 71,8 tahun pada tahun 2035 (BPS, Bappenas, UNFPA, 2013).

 

Kebutuhan Lansia 

Mengacu pada teori kebutuhan manusia dari Maslow menyebutkan bahwa kebutuhan manusia terdiri dari 5 (lima) hal pokok yaitu kebutuhan fisik, keamanan, sosial, penghargaan dan aktualisasi diri. Kebutuhan lansia

dibagi menjadi dua, yaitu kebutuhan fisik dan non fisik. Kebutuhan fisik adalah kebutuhan yang terkait dengan kebutuhan dasar, yaitu makan, minum, tempat tinggal dan kesehatan. Sementara itu kebutuhan non fisik adalah kebutuhan sosial dan psikologis (rasa aman, penghargaan, dicintai dan mencintai, serta aktualisasi diri).

 

Program Bagi Lansia

Pemberdayaan terhadap penduduk lansia dilaksanakan untuk meningkatkan peran lansia utamanya untuk meningkatkan pembangunan. Program pemberdayaan lansia dilakukan oleh program wilayah, swadaya masyarakat, dinas atau instansi terkait untuk mengurusi masalah lansia seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan BKKBN. Beberapa program yang terkait dengan program pemberdayaan lansia di Indonesia antara lain Program Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU), Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Program Pendampingan dan Perawatan Lansia di Rumah (Home Care), Posyandu Lansia, dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

 

 

Sumber :

BPS, Baappenas, UNFPA, 2013. Hasil Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035.

BPS. 2010. Hasil Sensus Penduduk 2010.

BPS. 2000. Hasil Sensus Penduduk 2000.

Alfana dan Soekamdi. 2014. Penduduk Usia Lanjut di Indonesia 1950-2050.




Drs. Endang Agus Sapri, MM
Kepala Perwakilan
BKKBN Provinsi Jambi
"Dua Anak Cukup
Bahagia sejahtera"
Drs. H. Edward, MM
Kepala Bidang
Pengendalian Penduduk
BKKBN Prov. Jambi

Photo Gallery

Pengumuman BKKBN

Produk Hukum

Indeks Berita

/ /

Video Kegiatan